Jumat, 30 Desember 2011

Vuvuzela, Terompet Tanpa Membran Suara


Meniup terompet di malam tahun baru sepertinya sudah jadi tradisi di hampir semua belahan dunia ya. Juga termasuk di Indonesia, penjualan terompet selalu meningkat drastis menjelang penghujung tahun. Ngomong-ngomong soal terompet, Kawan Remaja tahu Vuvuzela nggak? Pecinta sepak bola pasti tahu. Yap, alat tiup khas Afrika Selatan yang makin populer saat Afsel menjadi tuan rumah piala dunia di tahun 2010 yang lalu.



Apa sih istimewanya Vuvuzela?

Vuvuzela atau “lepata” adalah semacam terompet yang nggak memiliki membrane suara, namun bisa menghasilkan suara yang begitu keras dan melengking jika ditiup dengan benar. Suara Vuvuzela inilah yang membuatnya terkenal. Jika ditiup dengan keras dan bersama banyak orang, suaranya bisa seperti kawanan lebah yang sedang mengamuk karena sarangnya diusik! Wih! Bisa mengundang lebah juga nggak ya? Hehehee.

Kalau di Jawa warga desa menggunakan kentongan sebagai alat komunikasi dan untuk mengumpulkan seluruh anggota masyarakat, di Afsel mereka menggunakan Vuvuzela ini.

Vuvuzela dulunya terbuat dari tanduk rusa jantan. Sekarang ini Vuvuzela berbahan dasar plastik dan sudah diproduksi masal. Banyak jenis vuvuzela yang dibuat oleh beberapa produsen dan dapat menghasilkan berbagai intensitas dan frekuensi output yang berbeda. Intensitas output ini tergantung pada teknik meniup dan tekanan yang diberikan. Harus latihan pernapasan dulu kayaknya. Hahaha

Jadi tertarik membeli Vuvuzela buat malam tahun baru? Coba search di toko jual beli online. Di Indonesia sudah lumayan banyak yang jual. Eits, tapi tetap harus waspada dengan belanja online ini yah. Jangan sampai kena tipu. Selamat tahun baru…. *tiup tiup Vuvuzela*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar