Sabtu, 31 Desember 2011

Si MR Cool, Thunder 250



AJANG custom bergengsi di Jepang, Yokohama Mooneyes Hot Rod & Custom 20th menjadi ajang dua motor asal Indonesia untuk ikut unjuk gigi. Dua motor yang sama-sama punya tampilan garang ini adalah H-D Buelton Garapan Retro Classic Cycle Jogja dan Suzuki Thunder 250 ini.

Motor yang terakhir disebut menjadi sorotan khusus, karena berawal dari motor yang simpel alias sederhana menjadi wow!

Suzuki Thunder 250 yang digarap oleh dua modifikator bernama Donny Dwi Budiyanto (73 Custom Couture) dan Indra Blues Mann Pranadjaya (Razzle Dazzle Custom Work) mengundang apresiasi dari para penonton.

Terlihat antusias penonton yang urung berhenti saat melihat motor anggun ini. Minta foto bareng tentunya. "Mereka sangat mengapresiasi karya kami,” kata Donny dengan bangga.

Konsep

Konsep yang diusung tebilang kuat. Mereka mengusung boardtracker modern dengan detail serius dan penuh inovasi.

Bentuknya terbilang simpel dan minimalis. Dengan nuansa retro yang masih tampak, menganut single side arm depan-belakang, padat dan bercirikan muscle bike yang tampak kokoh dan garang.

Donny sebagai seorang konseptor melakukan sinergi yang pas dengan Indra Bluess yang menganggap detail adalah kunci sukses modifikasi.

Seperti kebanyakan motor gede yang menjadi refleksi motor ini. Tampilannya terlihat sangat padat di bodi depannya. Mereka menyasar rake padat dan tak banyak menyisakan ruang antara roda depan atas dan T- bawah.

Masih di bagian depan, didukung back bone yang membuat tangki melengkung mengikuti alur back bone. Membuat motor ini menjadi rounded dan tak ada sudut yang mematahkan.

Di bagian tengah, mereka mengakhirinya dengan jok single sitter ala chopperis. Dipesan langsung dari rekan mereka, pembuat jok beken Bandung, Buretos Leather Craft.

Ke belakang, mereka ingin sinergi itu terjaga. Bentukan lefty arm (single side arm kiri) di depan diikuti single side lain di sektor kanan. Plus penerus daya sistem belt untuk mengentalkan nuasa boartrack modern tadi.

Secara estetika, memilih tanpa sepatbor belakang juga terbilang tepat. Karena motor jadi semakin simpel dan fokus pada keindahan roda belakang. Apalagi didukung belt sebagai penerus daya tadi.

Finishing dipadu detailing di motor ini yang dibuat sangat serius. Untuk itu, Indra sebagai jawara seni ukir mesin menorehkan nuasa ke-Indonesiaan sebagai duta wisata kita di negeri Jepang.

Yap, posisi karburator yang biasanya di belakang diubah ke depan. Sebaliknya moncong knalpot mendekati center bone di bagian tengah. Gebrakan ini tentu saja bikin kagum.

Merancang corong knalpot jadi di belakang membuat desain lekukan knalpot menjadi leluasa di sektor tengah. Bagian down tube juga tidak terganggu oleh lekukan-lekukan knalpot jika dalam posisi biasa. "Rancangan di sisi ini banyak mengundang perhatian," bangga mereka.

DATA MODIFIKASI
Ignition : Blue Thunder & stock
Carb : Koso 30mm
Pelek depan: Takasago 18 inci 36 spoke
Pelek belakag: 16 inci 36 jari-jari
Ban depan : Avon
Ban belakang : Shinko




Tidak ada komentar:

Posting Komentar